Suatu Negara maju tidak akan lepas dari pendidikan, karena dengan
pendidikan negara itu
akan mengalami perkembangan yang maju.
sebenarnya
tidak ada perbedaan sumber daya menusia di negara maju dan Negara yang lainnya,
yang menjadi pembeda adalah pendidikan yang mengajarkan sumber daya manusia
tersebut.
Pendidikan tidak membicarakan
seberapa banyak madrasah, sekolah atau Universitas yang telah dibangun, tetapi bagaimana cara mendidik murid
dengan baik dan benar,
sehingga menjadi insan yang bermanfaat.
Untuk mendidik yang baik dan benar
tidak mungkin lepas dari jasa guru-guru yang ikhlas mengajarkan muridnya dari
mulai sulit untuk mengucapkan satu kata hingga bisa menciptakan peradaban yang
lebih maju.
hal ini sejalan dengan apa yang di
sampaikan oleh mantan Wakil presiden RI ke-10 dan 12,
Bpk. yusuf kalla di acara peringatan Hari
Guru dan HUT PGRI ke-75.
“Kemajuan dan Kesejahteraan suatu
bangsa sangat bergantung pada seberapa besar inovasi yang dihasilkan. nah,
inovasi yang dihasilkan melalui pencapaian IPTEK, dan semua itu sangat
bergantung pada kualitas guru,”.
Maka,
semakin baik kualitas gurunya, maka semakin baik pula pencapaian ilmu
pengetahuan suatu bangsa yang tentu akan berpengaruh pada inovasi-inovasi,
sehingga kemajuan dan kesejahteraan bangsa tercepai.
Dalam
menjalankan proses pendidikan, guru akan memainkan berbagai peranan penting.
Namun demikian, keberhasilan melakoni peran tersebut tergantung pada
profesionalitas masing-masing guru. Artinya, belum tentu semua guru berhasil
memerankan tugasnya dengan baik di ruang kelas.
Guru
merupakan profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus, mengingat
tugas dan tanggung jawabnya yang begitu kompleks. Oleh karena itu, seorang guru
perlu memiliki kompetensi dan profesionalisme yang tinggi agar dapat dan mampu
mengarahkan siswa pada tujuan akhir pendidikan yakni terbentuknya manusia yang
utuh.
Kompetensi
guru merupakan tuntutan yang mutlak dan wajib dimiliki oleh setiap guru.
Kompetensi yang harus dimiliki tersebut dengan sendirinya yang terkait dengan
tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru.
Jika
guru yang ideal sudah terpenuhi dan menjalankan tugasnya dengan baik maka
peradaban manusia akan menjadi maju dan baik.
Sejarah manusia telah membuktikan
dan mencatat hal tersebut. pada Perang Dunia ke-II(PD-II), Kaisar Jepang
Hirohito mengumpulkan semua guru-guru
yang masih ada pasca negaranya hancur sebab dijatuhi bom atom oleh amerika
serikat dan mengalami kekalahan di PD-II tersebut, karena sangat paham bahwa pembangunan
kembali jepang yang efektif setelah diporak-porandakan itu tergantung pada ketersedian
guru yang memadai. atas usahanya itulah jepang memulai membaik, hingga ia
menjadi simbol kebangkitan jepang pasca PD-II yang tercatat di akhir hayatnya
menjadikan jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-2 di dunia.
oleh
karenanya, guru berada di garda atau barisan terdepan untuk kemajuan peradaban
sebuah Negara, bangsa bahkan dunia.
Sahabat
Nabi [SalalLâhu ‘alaihi wa Sallama] abu Darda [Radiyallâhu ‘anhu] juga
mendukung hal tersebut dengan mengatakan:
كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
، أَوْ مُحِبًّا أَوْ مُتَّبِعًا ، وَلَا تَكُنِ الْخَامِسَ فَتَهْلِكَ قَالَ : قيل
لِلْحَسَنِ : وَمَا الْخَامِسُ ؟ قَالَ : الْمُبْتَدِعُ.
“jadilah orang yang berilmu(mengajar)
atau belajar atau mencintai atau yang mengikuti orang berilmu dan Jangan
menjadi orang yang kelima karena akan memjadikanmu celaka. ditanya kepada hasan
apa yang kelima tersebut? ia menjawab: Orang yang mengadakan sesuatu tanpa
dasar ilmu”.
Guru yang punya andil dalam kemajuan
peradabaan, haruslah dihormati dan dimuliakan karena ia adalah sosok yang
mengajarkan muridnya dengan keikhlasan dan ketekunan yang kelak melahirkan
bibit-bibit yang unggul bagi masyarakat dengan menghasilkan inovasi-inovasi
yang bermanfaat bagi semuanya.
Nabi
[SalalLâhu ‘alaihi wa Sallama] pernah berkata:
“sebaik-baik orangtua adalah yang
mengajarkanmu”
Iskandar
Zulqarnain juga pernah ditanya, kenapa dia lebih memuliakan guru daripada
orangtuanya, ia pun menjawab: karena orangtuaku adalah penyebab aku turun dari
langit ke dunia(melahirkan), sedangkan guruku adalah orang yang
mengangkatku(derajat) dari dunia ke langit.
memuliakan
seorang guru juga pernah ditegaskan oleh imam Ali [Radiyallâhu ‘anhu],
Ia berkata:
"Barang
siapa yang mengajariku satu huruf maka aku siap menjadi budaknya,
terserah jika ia ingin menjual atau memerdekanku”.
sangatlah
mulia dan tinggi derajat seorang guru sehingga seorang sahabat dan yang paling dekat dengan Rasulullah [SalalLâhu ‘alaihi wa Sallama] mengucapkan hal yang sedemikian, yang berarti ia
telah pasrah untuk dijadikan hamba atau tawanan agar bisa berbakti kepada
seorang guru.
dalam proses pendidkan, ikatan
seorang guru dan murid haruslah erat dan kuat karena itu adalah salah satu
sebab ilmu yang disampaikan oleh guru akan berhasil secara maksimal kepada
seorang murid. pendidikan yang berdasarkan ikatan tersebut akan menciptakan
inovasi-inovasi yang kelak akan memajukan peradaban manusia.
Imam
Syafi’I (Hafidzallahu 'alaihi) pernah berkata:
"Saudaraku, ilmu tidak akan
diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya:
kecerdasan, semangat, sungguh-sungguh, berkecukupan, bersahabat dengan guru dan
membutuhkan waktu yang lama".
Seorang
Penyair Kuwait juga pernah mengatakan:
لو لا المربي ما عرفت ربي
“ Kalau bukan karena ada guru tidak mungkin aku mengenal
Tuhanku”.
Keberhasilan
dan kesuksesan seorang murid selalu ada peran seorang guru
yang mengajarkannya dengan tekun dan profesional.
dimasa Pandemi virus COVID-19 ini, kita
melihat pendidikan di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya
mengalami keterbatasan dan cobaan, seorang guru yang menjadi garda terdepan
dalam proses pendidikan dituntut untuk berinovasi dan berkreasi dalam mengajar.
keterbatasan dan kekurangan yang dialami oleh guru itu harusnya dimanfaatkan
sebaik- baiknya untuk menciptakan ide-ide mengajar yang kreatif yang kelak
dapat efektif dalam mengajar.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atau
disapa dengan pak Anis juga mengatakan hal tersebut tatkala mengucapkan Hari
Guru melalu video dan disebarkan disalah satu media sosial.
“Hari Guru di masa pandemi ini
menjadi refleksi bahwa kita bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga pembelajar.
apalagi pada masa pandemi seperti ini kita menghadapi tantangan yang tidak
kecil, karena kita dituntut untuk melakukan adaptasi dengan cepat, menggunakan
metode baru dalam kegiatan belajar mengajar”.
tidak
lupa disaat penyampaian tersebut, beliau mempercayai guru-guru di Indonesia
pada khususnya mampu melawati kesulitan-kesulitan di masa pandemi ini, mampu
menemukan solusi yang kreatif dan mampu berinovasi yang memunculkan cara yang
menarik sehingga proses pembelajaran berjalan menyenangkan.
dengan berbekal guru yang ideal,
inovatis dan ikhlas dalam mengajar masa depan peradaban manusia akan lebih baik
dan cerah.
disebutkan di salah satu artikel,
beberapa point penting Kriteria seorang
guru yang ideal, diantaranya:
- Planner, artinya guru
memiliki program kerja pribadi yang jelas, program kerja tersebut tidak hanya
berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat dokumen pembelajaran
seperti Program Semester, Satuan Pelajaran, LKS, dan sebagainya. Akan
tetapi guru harus merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang
dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya apa dan bagaimana rencana yang
dilakukan, dan sudah terprogram secara baik;
- Inovator, artinya memiliki
kemauan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan dimaksud berkenaan
dengan pola pembelajaran, termasuk di dalamnya metode mengajar, media
pembelajaran, system dan alat evaluasi, serta nurturant effect lainnya.
Secara individu maupun bersama-sama mampu untuk merubah pola lama, yang
selama ini tidak memberikan hasil maksimal, dengan merubah kepada pola
baru pembelajaran, maka akan berdampak kepada hasil yang lebih maksimal;
- Motivator, artinya guru ideal
mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan tentunya juga
akan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan terus belajar
sebagaimana dicontohkan oleh gurunya;
- Capable personal, maksudnya guru
diharapkan memiliki pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan serta sikap
yang lebih mantap dan memadai sehinga mampu mengola proses pembelajaran
secara efektif;
- Developer, artinya guru mau
untuk terus mengembangkan diri, dan tentunya mau pula menularkan kemampuan
dan keterampilan kepada anak didiknya dan untuk semua orang. Guru harus
menimba ketrampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan IPTEKS,
misalnya mampu dan terampil mendayagunakan komputer, internet, dan
berbagai model pembelajaran multi media.
jadi, seorang guru ideal seharusnya memiliki kelima kriteria diatas agar
kelak pendidikan yang ada; akan melahirkan insan-insan yang berkualitas baik yang
berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.
guru ideal adalah guru yang
bertindak sebagai fasilitator; pelindung; pembimbing dan punya figur yang baik
(disiplin, loyal, bertanggung jawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi
yang diinginkan sekolah); termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna
untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa
dengan berfokus menjadikan kelas yang konduktif secara intelektual fisik dan
sosial untuk belajar; menguasai materi, kelas, dan teknologi; serta pendekatan
humanis terhadap siswa; Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar
untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards
dan penegakan disiplin yang humanis terhadap guru dan karyawan.
Guru ideal juga memiliki
kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya melalui pemahaman,
keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan
hidup agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, koperatif,
kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara
efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat
bekerja sama. Selain itu guru ideal juga dapat menumbuhkembangkan sikap,
disiplin, bertanggung jawab, memiliki etika moral, dan memiliki sikap
kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan
reward ataupun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya dan
terdidik juga untuk mau menghargai orang lain baik pendapat maupun prestasinya.
Kerendahan hati juga perlu dipupuk agar tidak terlalu overmotivated
sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis dan strategi
belajar dengan manajemen waktu yang sesuai serta pelatihan cara mengendalikan
emosi agar IQ, EQ dan ke dewasaan sosial siswa ber imbang.
Selain itu, guru ideal
juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya
juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak
diragukan. Tentunya sebagai guru ideal akan bangga dengan profesinya, dan akan
tetap setia menjunjung tinggi kode etik profesinya.
Oleh sebab itu, untuk
menjadi guru ideal diperlukan kualifikasi khusus, dan barangkali tidak akan
terlepas dari relung hati dan sanubarinya, bahwa mereka memilih profesi guru
sebagai pilihan utama dan pertama.
